• Magelang Kota Sejuta Bunga
    Berangkat dari sebutan "Sebagai Tuin Van Java" (Kota Kebun atau Tamannya Pulau Jawa), Magelang dijuluki sebagai Kota Sejuta Bunga. Ibarat bunga, Kota Magelang ...
    Read more
  • Ayo Ke Magelang
    Ayo Ke Magelang

    Never Ending Eating-eating & Walking-walking ...

  • Taman Wisata Candi Borobudur
    Taman Wisata Candi Borobudur

    Mari berkunjung ke Taman Wisata Candi Borobudur, objek wisata favorit di Indonesia...

  • Magelang (1)
    Magelang (1)
  • Magelang (2)
    Magelang (2)
  • Magelang (3)
    Magelang (3)
  • Magelang (4)
    Magelang (4)
  • Magelang (5)
    Magelang (5)
  • Magelang (6)
    Magelang (6)
  • Magelang (7)
    Magelang (7)
  • Magelang (8)
    Magelang (8)
  • Magelang (9)
    Magelang (9)
  • Magelang (10)
    Magelang (10)
  • Magelang (11)
    Magelang (11)
  • Magelang (12)
    Magelang (12)
  • Magelang (13)
    Magelang (13)

Budidaya Ayam Jowo Super (Joper) Pedaging

on .

Oleh :

Among Wibowo, SP, MMA

Penyuluh Pertanian Madya

 

Permintaan akan daging ayam kampung dari waktu ke waktu cenderung semakin meningkat. Sementara di sisi lain jumlah pasokan masih sangat terbatas dan belum bisa mengimbanginya. Lambatnya pertumbuhan berat badan ayam kampung sehingga masa panen menjadi lebih lama menjadi salah satu kendala bagi peternak. Namun, saat ini kendala tersebut bisa terjawab dengan kehadiran ayam joper atau singkatan dari “jawa (baca : jowo) super”. Berbeda dengan ayam kampung biasa, yang umumnya baru bisa dipanen setelah berumur 60 hari, ayam joper ini bisa dipanen lebih cepat yaitu pada umur 45 hari saja.

Ayam joper merupakan hasil perbaikan genetik dengan menggunakan metode grading up. Caranya, menyilangkan ayam ras betina dengan pejantan ayam kampung. Berbagai ayam kampung dapat digunakan sebagai pejantan seperti : ayam pelung, ayam nunukan, ayam nagrak, ayam kedu, atau ayam lokal unggul lainnya. Dari persilangan tersebut didapatkan gabungan keunggulan masing-masing ayam. Diantaranya, pertumbuhannya cepat, memiliki kandungan gizi yang tinggi serta rasanya yang lezat.

Karakteristik dan tampilan ayam joper tidak jauh berbeda dengan ayam kampung pada umumnya. Yang membedakannya adalah: 1) Ayam joper jantan memiliki jengger yang besar dengan pial besar dan tegap, serta memiliki warna bulu bervariasi; 2) Warna telur ayam joper memiliki kerabang yang lebih coklat dibandingkan dengan telur ayam kampung biasa yang agak putih. Namun bentuknya tetap sama seperti layaknya telur ayam kampung biasa; 3) Ayam joper mempunyai masa panen lebih cepat. Umur 45 hari sudah siap dikonsumsi. Hal ini jauh berbeda dengan ayam kampung yang umumnya baru bisa dipanen setelah berumur 2 bulan bahkan 2,5 bulan atau lebih.

Ayam joper umumnya memiliki warna dominan putih kuning, dan beberapa muncul warna abu, coklat dan hitam, lebih tahan penyakit sehingga mortalitas lebih rendah, serta suka berkokok dan bertengger. Uniknya ayam joper mampu bertelur terus menerus seperti ayam ras, namun tidak memiliki sifat mengeram. Yang harus diperhatikan dalam budidaya ayam ini adalah : kandang, pakan, penanganan penyakit.

Kandang. Sebagai komponen penting, kondisi kandang harus baik dimulai dari pemilihan lokasi yang strategis tetapi jauh dari pemukiman penduduk dan lingkungan udara yang sesuai untuk ayam. Lingkungan yang baik dipengaruhi suhu udara dan kelembaban. Adanya sumber air merupakan hal yang sangat penting. Untuk kandang DOC perlu diberikan penghangat, agar DOC tidak kedinginan. Suhu kandang jangan terlalu panas, sekitar 30-32o C saja. Struktur, tata letak serta peralatan perkandangan yang baik juga hal yang penting. Jika ayam joper dipelihara dari DOC hingga panen dibedakan menjadi kandang pemeliharaan DOC dan kandang pembesaran.

Kandang DOC ayam joper, digunakan mulai umur 0-3 minggu. Kandang yang disediakan untuk DOC umumnya berbentuk box yang di dalamnya terdapat sumber pemanas buatan yang berfungsi sebagai penghangat. Penghangat ini berupa lampu dengan kekuatan 5-10 watt. Selain menggunakan baby box, DOC juga bisa dipelihara di kandang postal.

Kandang pembesaran ayam joper, tidak ada ukuran yang baku namun disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Pada umumnya ukuran kandang lebar 6-9 meter dan panjang 50-70 meter. Kapasitas sekitar 8 ekor/m² untuk ayam yang sudah siap panen. Perlu pengaturan agar ayam tetap dalam kondisi nyaman dan tidak berdesak-desakan. Semakin bertambah umur ayam maka dibutuhkan kandang yang lebih luas.

Pakan, tidak kalah penting untuk diperhatikan agar asupan nutrisi dan gizinya terpenuhi sehingga bisa tumbuh dengan cepat dan baik. Dengan masa pemeliharaan yang cukup singkat, ayam joper tidak membutuhkan banyak pakan. Kuantitas dan kualitas pakan sangat menentukan produktivitas ayam joper. Saat melakukan pergantian pakan ke periode selanjutnya harus dilakukan secara bertahap agar ternak dapat beradaptasi dengan kualitas pakan yang baru. Sebelum dan sesudah pergantian pakan juga berikan multivitamin seperti Vita Stress. Pemberian pakan jangan sampai terlambat karena akan berpengaruh terhadap bobot badan.

Beberapa jenis pakan ayam joper : 1) Pakan Jadi, yang dapat diberikan kepada ayam joper DOC. Hal ini karena pakan jadi mudah dicerna oleh anak ayam. Selain itu, pemberian pakan jadi juga bertujuan untuk meningkatkan nutrisi bagi ternak; 2) Dedak, merupakan by product dari proses penggilingan padi. Diberikan pada ternak karena mengandung sumber energi dan asam amino yang tinggi. Namun, pemberiannya perlu dibatasi yaitu yaitu 10-15% saja, karena mengandung serat kasar yang sulit dicerna; 3) Tepung onggok, yang berasal dari limbah olahan singkong menjadi tepung tapioka. Kandungan metabolismenya cukup tinggi, namun pemberiannya dibatasi hanya 5-10% saja; 4) Pollard, merupakan limbah olahan gandum menjadi tepung terigu. Cocok dijadikan bahan pakan ayam joper, namun harus dibatasi sekitar 5-10% saja. Meskipun kandungan energinya tergolong tinggi, tapi kandungan serat yang dimiliki dapat membuat ayam diare (mencret); 5) Jagung, merupakan biji-bijian yang disenangi ayam karena banyak mengandung karbohidrat. Pemberiannya disesuaikan dengan umur ayam dan bisa dalam bentuk utuh, jagung giling kasar ataupun jagung giling halus. Jagung berbentuk utuh bisa diberikan pada ayam joper yang sudah dewasa. Bentuk partikel terbaik yang diberikan ke ayam joper adalah berbentuk pelet. Disamping disukai karena bisa meningkatkan nafsu makan ayam juga efisiensi lebih tinggi dibandingkan dengan pakan bentuk tepung (mash). Selain pakan, air minum juga harus cukup tersedia atau ad libitum baik kuantitas maupun kualitasnya.

Kesehatan ayam, adalah satu hal sangat penting untuk dijaga baik sebelum ayam diserang penyakit maupun sesudahnya, antara lain dengan cara : 1) Menjaga kebersihan kandang dan peralatan, yang meliputi sanitasi dan desinfeksi. Terapkan pengontrolan lalu lintas orang yang keluar masuk kandang. Semprot kandang dan lingkungan sekitarnya setiap minimal dua kali seminggu dengan Medisep/Antisep/Neo Antisep serta sanitasi air minum dengan Desinsep. Bersihkan dan buang feses yang menumpuk; 2) Isolasi ayam joper yang sakit, dengan memisahkannya sehingga penularan dapat diminimalkan terutama penyakit Coryza. Sedangkan ayam joper yang mati segera dikeluarkan dari kandang dan dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar; 3) Vaksinasi, yang bertujuan menggertak sistem kekebalan dalam tubuh guna menghasilkan antibodi sehingga daya tahan tubuh ayam joper lebih optimal. (Inang Sariati)

Pustaka

https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-ayam-joper

https://www.trubus-online.co.id/ayam-kampung-panen-30-hari-lebih-cepat/

https://www.peternakmuda.id/2019/08/beternak-ayam-joper.html

Cara Pembuatan Pakan Bebek Alternatif

on .

Oleh :

Among Wibowo, SP, MMA

Penyuluh Pertanian Madya

 

Pakan merupakan faktor produksi terpenting dalam usaha peternakan termasuk bebek. Faktor poroduksi yang satu ini tidak hanya sangat menentukan berhasil tidaknya usaha yang dijalani akan tetapi juga komponen terbesar dari keseluruhan biaya produksi. Bahkan, komposisinya bisa mencapai 70-85 % dari keseluruhan biaya. Untuk itu, pakan bebek harus dikelola dan dijaga ketersediaannya baik kuantitas maupun kualitas. Mengingat semakin mahalnya biaya pakan maka peternak bebek harus menyiasatinya dengan mencarikan berbagai alternatif sehingga biaya tersebut bisa ditekan tetapi kualitas pakan tetap terpenuhi sesuai standar. Salah satu caranya adalah dengan membuat sendiri atau menggunakan campuran berbagai bahan baku baik lokal maupun yang sudah jadi.

Perlu juga diingat bahwa dalam pemberian pakan ternak khususnya bebek tidak boleh dilakukan asal-asalan atau sembarangan. Sebab, jenis unggas yang satu ini sangat sensitif terhadap apa yang mereka makan, kendatipun kelihatannya mereka bisa makan apa saja. Pemberian pakan harus teratur dan sesuai fase pemeliharaannya.

Fase pemeliharaan bebek terbagi atas 3 fase. Fase pertama yakni fase starter dimana pemberian makan penuh nutrisi pada waktu 1-14 hari. Nutrisi yang tinggi akan membantu sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik selama perkembangan. Fase kedua yakni pemberian pakan pada umur 15-35 hari. Pada umur tersebut kebutuhan energi lebih tinggi dibanding dengan protein. Kemudian terdapat fase finisher yakni ketika bebek berumur 36-60 hari. Pada umur ini ternak lebih banyak membutuhkan mineral dan vitamin untuk menjaga kesehatan mereka agar tetap baik.

Kandungan Pakan bebek. Kandungan nutrisi dalam pakan bebek harus diperhatikan. Dalam pakan yang diberikan kepada bebek harus terpenuhi gizi yang cukup seperti karbohidrat, lemak, protein hewani dan nabati. Selain itu, dalam pakan bebek juga harus mengandung mineral dan vitamin serta kebutuhan energi juga harus tetap terjaga.

Untuk mendapatkan pakan bebek yang baik bisa dibeli yang sudah jadi produk dari pabrikan. Atau, bisa juga dengan cara diolah sendiri. Bahan baku pakan sangat beragam. Yang sering digunakan ialah : jagung, dedak padi, sorgu, beras menir, dan tepung ikan. Bahan tersebut memiliki beragam kandungan nutrisi. Dapat juga ditambahkan suplement dalam bahan pakan tersebut.

Jika kesulitan mendapatkan pakan bebek karena harganya yang tidak stabil dan cenderung semakin mahal, bisa disiasati dengan membuat pakan bebek sendiri. Cara membuat sendiri pakan bebek tersebut terbilang sangat mudah. Cukup menyediakan bahan baku pakan seperti diatas yang banyak beredar di pasaran.

Pembuatan Pakan Bebek. Pertama giling atau haluskan bahan-bahan tersebut menjadi olahan yang super kecil. Selanjutnya campurkan dengan bahan lain yang juga sama halusnya seperti dedak. Campurkan hingga merata, kemudian tuangkan air secukupnya dan aduk sampai semua tercampur.

Setelah semua bahan tercampur, bisa langsung diberikan pada ternak bebek. Untuk membuat pakan tersebut memang sangat mudah dan berbiaya relatif murah, karena semua bahan banyak tersedia dan dapat dibeli sendiri serta gizi pakan yang ada didalamnya juga tidak kalah dengan pakan jadi produksi pabrik.

Jika merasa tidak punya cukup waktu untuk membuat pakan ternak bebek olahan sendiri, sementara jika dibeli produk pabrikan harganya mahal, maka saat ini juga terdapat banyak pakan ternak organik yang tersedia di pasaran dan juga sama murahnya dengan pakan yang dibuat sendiri.

Terkadang pakan buatan pabrik harganya relatif lebih mahal dan cenderung berfluktuasi sedangkan cara membuat pakan tidak terlalu sulit dan kandungan gizi di dalamnya juga tidak lebih baik dari hasil buatan sendiri ataupun pakan organik. Untuk itu, mari kita biasakan mengolah sendiri saja pakan ternak bebeknya karena bahan baku banyak tersedia bahkan melimpah di sekitar kita. Namun yang perlu diingat, jika membuat sendiri ataupun terpaksa juga membeli pakan ternak yang sudah jadi, hal yang harus diperhatikan ialah gizi dan nutrisi yang terkandungan di dalamnya. Semoga berguna dan bermanfaat (Inang Sariati).

 

Pustaka

Dari berbagai sumber

Pemanfaatan Hama Keong Mas Pada Padi Sawah Untuk Bahan Pakan Ternak

on .

Oleh :

Among Wibowo, SP, MMA

Penyuluh Pertanian Madya

 

Indonesia merupakan negara dengan lahan daratan yang cukup luas, sehingga berpotensi untuk pengembangan usaha di bidang peternakan. Hal ini haruslah ditunjang dengan tercukupinya kebutuhan akan sumber pakan mengingat bahwa 70% biaya ternak berasal dari pakan. Siput Murbei (keong mas) sangat berpeluang untuk dijadikan pakan alternative dalam usaha budidaya ternak. Pembuatan pakan ternak dari keong mas cukup mudah, dimana daging keong dapat diberikan dalam bentuk segar atau olahan (dicacah, tepung atau silase). Pengolahan bertujuan untuk menghilangkan lendir, bau tidak sedap, membersihkan semua kotoran, dan agar lebih tahan lama.

Pengolahan Keong Mas untuk Makanan Ternak

Pembuatan Tepung Daging dan Cangkang, pembuatan tepung dari daging keong lebih mudah dibandingkan dengan pembuatan silase, karena tidak memakan waktu lama. Tepung daging keong mas ini dapat digunakan sebagai campuran dalam pakan ternak. Pembuatan pakan ternak asal daging keong sebagai berikut; Pertama kumpulkan keong, dan puasakan selama 2 hari, kemudian pisahkan daging dengan cangkangnya. Iris daging keong menjadi bagian tipis-tipis. Dijemur di bawah terik matahari atau dengan oven 60 0C, supaya kadar air pada daging keong berkurang 14%. Setelah daging keong benar-benar kering, giling menjadi tepung (granule).

Cara lain, yaitu setelah dipisahkan antara daging dan jeroan dari cangkangnya, daging direndam selama 30 menit untuk membersihkan lendir dan menetralkan sifat asamnya. Kemudian daging dicincang, dan diolah dengan cara direbus selama 30 menit pada suhu 60 0C. setelah direbus kemudian didinginkan dengan cara diangin-anginkan atau dijemur dibawah terik matahari supaya lebih tahan lama. Setelah itu dilakukan proses penggilingan untuk menjadi tepung.

Pengolahan cangkang menjadi tepung diawali dengan menyiapkan keong mas yang akan diambil cangkangnya, puasakan selama dua hari lalu pisahkan dari dagingnya. Selanjutnya cangkang keong mas dkibersihkan dari kotoran dan dikeringkan, kemudian ditumbuk dalam satu wadah dan digiling dengan mesin penggiling. Tepung daging dan cangkang keong mas siap untuk dicampurkan dalam pakan ternak sebagai penambah nutrisi.

Pembuatan Silase Keong Mas, silase merupakan cara pengolahan pakan ternak dengan cara mengawetkan melalui proses penyimpanan, bahan pakan ternak tersebut akan mengalami fermentasi sehingga mudah untuk dicerna oleh ternak. Dalam proses pembuatan silase secara kimiawi umumnya menggunakan asam organic (asam format) maupun asam mineral. Langkah pembuatan silase daging keong mas sebagai berikut : pertama kumpulkan keong dalam ember. Bersihkan dan keluarkan daging segar keong dari cangkangnya. Cuci daging yang telah dikeluarkan sampai bersih, dengan menggunakan air biasa. Lakukan pencucian ulang dengan air garam dan dicuci kembali dengan air kapur, agar pakan ternak yang dihasilkan terhindar dari racun. Daging selanjutnya digiling dengan mesin penggiling lalu ditiriskan, supaya kadar air berkurang. Campur daging keong giling tersebut dengan bekatul, dengan perbandingan 4 : 1. Masukan campuran keong dan bekatul dalam plastic. Padatkan, supaya tidak ada rongga udara dan tutup secara rapat. Lakukan pengecekan secara berkala dan aduk sekaligus. Proses pembuatan silase keong dibutuhkan waktu selama 12 hari guna fermentasi yang sempurna. Setelah itu silase sudah dapat digunakan untuk pakan ternak.

Kandungan protein dalam silase keong mas berkisar 10,88% - 14,54% yang sangat bermanfaat sebagai tambahan pakan dan dapat membantu mempercepat pertumbuhan ternak. Bahan pakan berupa silase dapat bertahan lebih lama dengan melakukan penjemuran atau dioven. Manfaat pembuatan silase keong untuk pakan ternak selain untuk mengawetkan daging keong, juga untuk mengaktifkan zat selulosa melalui prose fermentasi. Dengan aktifnya kandungan tersebut dapat memudahkan hewan ternak dalam mencerna makanan dan dapat menyingkat penyerapan nutrisi.

Pemanfaatan Untuk Pakan, biasanya keong mas dijadikan pakan pada jenis ternak seperti sapi, kambing, unggas (ayam dan itik). Pada pengembangan ternak itik, keong mas merupakan pakan campuran sebagai protein murah. Selain mengandung banyak protein, keong mas juga kaya akan kalsium. Kombinasi 39% sagu kukus dengan 6% tepung keong mas dapat menggantikan kebutuhan jagung kuning sebgai sumber energi dalam pakan tanpa mempengaruhi penampilan. Penambahan tepung keong mas dalam ransum itik mojosari umur 24 minggu sampai 9% dengan pemberian pakan 160 gr/ekor/hari tidak berpengaruh terhadap kualitas telur itik.

Tepung tubuh dan cangkang keong mas memberikan nilai pertumbuhan yang cukup baik pada ayam broiler, dimana dapat meningkatkan rata-rata harian produksi telur hingga 3,7% dari 84,3% menjadi 88%. Selain dalam bentuk tepung, silase daging keong mas juga terbukti menjadi sumber pakan ternak bagi ruminansia dan ayam buras.

 

Pustaka

Nia Kurniawati, 2018, Potensi dan Pemanfaatan Siput Murbei Sebagai Bahan Pakan Ternak, Balai Besar Penelitian Padi. Jl. Raya 9, Sukamandi – Subang 41256, Jabar.

Artikel Selanjutnya...